SMK Mandiri

Akhyar Garansi Perbaikan Stadion Teladan, Pemko Ajukan Tambahan Dana

Akhyar Garansi Perbaikan Stadion Teladan, Pemko Ajukan Tambahan Dana

MEDAN – Kompetisi sepakbola tertinggi Indonesia, Liga 1, yang akan diikuti tim kebanggaan Kota Medan, PSMS, mulai bergulir Februari 2018.

Namun, kondisi Stadion Teladan, yang merupakan markas PSMS, hingga kini masih “babak belur”.

Ruang ganti pemain, tribun penonton, toilet, drainase, dan lapangan belum memenuhi standar Asian Football Confederation (AFC). Namun, Pemerintah Kota Medan, yang merupakan penanggung jawab Stadion Teladan, merasa sudah melakukan perbaikan yang memadai.

Pemko Medan telah melakukan berbagai renovasi melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang Kota Medan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.

“Coba kau tengok ke sana. Sedang diperbaiki itu, ” ujar Wali Kota Medan Akhyar Nasution kepada wartawan, seusai menghadiri rapat paripurna penyampain nota pengantar kepala daerah atas Ranperda Kota Medan tentang R-APBD Tahun Anggaran 2018 di Kantor DPRD Kota Medan, Senin (11/12).

Ketika wartawan menyampaikan sudah dari Stadion Teladan dan mendapati lapangan semakin rusak, dan kemungkinan PSMS tidak bisa berlaga di Stadion Teladan, Akhyar mengatakan, supaya menunggu hingga pihak kontraktor merampungkan pengerjaannya. “Tunggu saja. Belum selesai. Kita mau kerjakan kok,” ujarnya.

Pada 2018, kata Akhyar, Pemko Medan sudah mengajukan, tambahan dana untuk perbaikan Stadion Teladan. Namun, ia tidak tahu berapa jumlah anggaran tersebut. “Sudah ada anggarannya. Kita siap kok memperbaikinya, jangan aneh-aneh kau tulis yah. Kita siap memperbaikinya,” kata Akhyar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang Kota Medan, Syampurno Pohan mengaku, anggaran hanya sedikit untuk Stadion Teladan. Anggaran tersebut hanya untuk merehab fasilitas stadion, seperti menganti atap tribun penonton yang bocor, memperbaiki toilet dan ruang ganti pemain.

“Nggak lebih Rp 200 jutalah anggarannya. Karena penunjukan langsung itu anggarannya. Kan tengah bekerja sekarang anggota kita di lapangan. Kalau yang membuat stadion itu tenggelam bukan kami itu. Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu. Mereka yang korek lapangannya makanya banjir,” ujar Sampurno di Kantor DPRD Kota Medan.

Menurutnya, yang menjadi tanggung jawabnya di Stadion Teladan adalah untuk mengganti papan skor, yang terbuat dari drum bekas menjadi papan skor yang LED, mengganti atap tribun penonton yang bocor, memperbaiki ruang ganti pemain, dan memperbaiki kamar mandi.

“Hanya empat item itu yang jadi tanggung jawab kami. Selebihnya urusan Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan,” ujarnya. Namun, ketika disampaikan masih banyak yang rusak kamar mandi Stadion Teladan, seperti di tribun penonton sebelah timur, yang sampai berlumut, Sampurno mengaku, yang menjadi tanggung jawab mereka adalah yang berada di tribun penonton sebelah barat.

“Ah, hanya airnya saja tidak mengalir itu, sudah diperbaiki kok, yang di tribun utama,” ujarnya.

Lantas seperti apa kondisi Stadion Teladanpascatenggelam beberapa hari lalu? Kondisi stadion masih tetap “babak belur”. Fasilitas toliet, ruang ganti pemain, dan juga tribun penoton masih jauh dari harapan. Hanya air yang menenggelamkan lapangan, yang sudah surut.

Beberapa pekerja juga sedang melakukan penanaman rumput. Rumput yang ditanam ini sudah menguning. Sedangkan pengerjaan toilet, ruang ganti, pengantian atap tribun yang bocor, serta pengantian papan skor tidak tampak. Yang sudah terlihat hasilnya adalah pengecatan tribun penonton VIP.

Peluang Menipis

Keinginan PSMS Medan untuk menjadi tuan rumah event pramusim Piala Presiden yang akan digelar pada Januari semakin menipis. Pasalnya, renovasi Stadion Teladan, belum tuntas.

Presiden PSMS Medan Kodrat Shah mendesak Pemko Medan melalui dinas terkait segera merampungkan renovasi Stadion Teladan, sebelum Januari 2018. “Saya minta paling lama Januari sudah harus selesai. Kami minta dipercepat, karena kita merencakanakan Piala Presiden digelar di Medan. Gimana mau kita rekomendasikan, jika lapangan saja belum siap,” ujarnya, Senin di Mess PSMS Medan, Jalan Candi Borobudur No2, Medan.

Namun Kodrat mengakui, pengerjaan rumput stadion tidak dapat dipaksakan. Sebab, pertumbuhan rumput membutuhkan waktu, karena bersifat alamiah. “Kita juga tahu beberapa hari belakangan hujan terus mengguyur Kota Medan, sehingga pertumbuhan rumput jadi kurang baik,” katanya.

Kodrat menambahkan, tidak mau pengerjaan asal-asalan untuk Stadion Teladan, karena mengejar deadline terkait turnamen Piala Presiden dan Liga 1. Ia berharap Stadion Telan memenuhi seluruh kriteria penyelenggaraan Liga 1.

“Kita pernah lihat waktu hujan kemarin, air sampai memasuki ruang ganti pemain. Untuk itu pengerjaannya juga harus memenuhi syarat untuk ruang ganti, toilet, papan skor, dan tribun. Kita sudah sepakat mau bagusin itu dengan wali kota,” katanya.

Belum rampungnya renovasi Stadion Teladan, membuat PSMS bisa bermain di luar Kota Medan. Situasi tersebut pernah terjadi pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2008. Trauma gagal menjadi tuan rumah itu, kini menghantui PSMS. Hingga pekan kedua Desember 2018, kondisi fisik Stadion Teladan yang direncanakan sebagai homebase (kandang) masih berantakan.

Di Liga 1, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi, secara ketat menerapkan standar AFC, termasuk untuk stadion. Apabila gagal memenuhi persyaratan, kontestan kompetisi diwajibkan mencari stadion lain sebagai pengganti.(tbn/mc)

Komentar Anda

Related posts