SMK Mandiri

Mangkir, Poldasu Siap Layangkan Panggilan Kedua untuk Kabag Keuangan UIN SU

Mangkir, Poldasu Siap Layangkan Panggilan Kedua untuk Kabag Keuangan UIN SU

MEDAN, metropolisnews.co – Penyidik Subdit III/Tipidkor Dit Reskrimsus Poldasu konsisten menyelidiki dugaan mark up instalasi listrik Kampus II IAIN yang sudah berganti nama menjadi UIN SU.

Dalam proses penyelidikan, penyidik sudah memanggil Kabag Keuangan (Keu) UIN SU, Harmansyah Harahap dan mantan Kepala Biro IAIN, Salmawaty namun keduanya tidak mengindahkan panggilan itu alias mangkir.

Direktur Reskrimsus Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kasubdit III/Tipidkor AKBP Nicholas Lilipaly dikonfirmasi Minggu (26/6) malam membenarkan, keduanya tidak menghadiri panggilan pemeriksaan yang seyogiyanya dilaksanakan pada Jumat (24/6) lalu.

“Panggilan pertama sudah dilakukan, tapi yang bersangkutan tidak hadir,” ujar Nicholas.

Menjawab wartawan, Nicholas menegaskan pihaknya akan segera melayangkan panggilan kedua. Diharapkan, keduanya menghadiri panggilan kedua itu agar mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya.

“Statusnya masih saksi. Jadi kehadirannya diharapkan untuk mempermudah proses penyelidikan. Kalau tidak hadir panggilan pertama, akan dijadwalkan pemanggilan kedua,” tegasnya.

Menurutnya, jika panggilan pertama dan kedua tidak diindahkan, maka pihaknya berwenang untuk melakukan penjemputan terhadap saksi. Pihaknya sangat teliti dalam menyelidiki kasus itu, agar diperoleh titik terang dalam pengungkapan nantinya.

Sementara, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Harmansyah tidak menjawab. Disebut-sebut, Harmansyah diperiksa sebagai saksi terkait tugasnya sebagai penguji tagihan.

Diketahui, dalam penanganan kasus dugaan mark up instalasi listrik itu, penyidik sudah memanggil sejumlah nama termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Drs Makmun Suaidi Harahap, Munawir dan beberapa orang lainnya secara marathon.

Dalam penyelidikannya, disebut-sebut penyidik menemukan kejanggalan pada pengerjaan proyek yang berasal dari APBN Tahun Anggarn 2013, yakni proyek rencana pengembangan instalasi listrik dan penambahan daya serta penataan jaringan listrik.

Diduga, proyek itu dijalankan tidak sesuai dengan bestek dan terjadi tindak pidana mark up di dalamnya. (MP-02)

Komentar Anda

Related posts