SMK Mandiri

Pejabat Polri Doyan Berguyon, Buktinya Jenderal Tito Isengi Kapoldasu, Ini Ekspresi Paulus Waterpauw

Pejabat Polri Doyan Berguyon, Buktinya Jenderal Tito Isengi Kapoldasu, Ini Ekspresi Paulus Waterpauw

MEDAN, metropolis –Kedatangan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian ke Kabanjahe, Tanahkaro, Sumatera Utara diwarnai dengan gurauan dan candaan.

Salah satunya, Tito bergurau tentang Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpaw dengan mengingatkan pertemuab ketiganya bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ketika bertemu beberapa waktu lalu.

Saat itu, Ignasius Jonan terkaget-kaget dengan kemampuan logat Paulus Waterpaw walaupun Suku Papau namun sangat pasih berbahasa Jawa.

“Karena beliau ini lama di Jawa Timur bahasa jawanya medok sekali sehingga Pak Jonan Kaget. Begitu datang ke Papua, Pak Jonan nanya ke saya itu Pak Waterpaw orang Papua atau Jawa,” kata Tito di Lapangan Samura, Kamis (24/8/2017).

“Pak Waterpaw menyapa Pak Jonan. Woi Pak Jonan, pie kabare Toh? Jawanya asli benar. Lama di Papua denga segala adat istiadat, biasanya diakhiri dengan wah..wah..wah… Tapi di sini saya lihat sudah hapal mejuajuah, hapal horas, ya’ahow. Macam-macam sekali,” sambung Tito.

Mendengar hal tersebut, Paulus Waterpaw yang duduk di deretan kursi bagian depan tertawa kecil.

Selama berkunjung ke Sumut, Tito merasa, provinsi sangat beruntung karena memiliki peradaban tinggi salah satunya adalah bahasa yakni dimulai dengan salam atau greetings. Katanya, tidak semua suku yang ada di Indonesia memiliki greetings.

“Coba datang ke mana-mana tidak ada, di Papua tidak ada. Yang ada di belakangnya aja, terima kasih, wah..wah..wah..,” ucap Tito.

Selain itu, peradaban tinggi juga dapat dilihat dari pengucapan di akhir seperti mengucapkan terima kasih. Ia mencontohkan ucapan dari Tanahkaro itu Bujur Melala.

“Artinya, masyarakat di sini orang yang bisa berterima kasih kepada orang lain. Saya contohkan sewaktu tugas di Sulawesi Selatan. Jadi di Makassar dan di Suku Bugis itu tidak ada bahasa dearahnya terima kasih, tetap itu jugaa,” ujar Tito. (Tm/mc)

Komentar Anda

Related posts