SMK Mandiri

IDI Sumut Dengan Tegas Tolak Prodi Dokter Layanan Primer

IDI Sumut Dengan Tegas Tolak Prodi Dokter Layanan Primer

MEDAN, metropolisnews.co – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (Sumut) akan melaksanakan musyawarah wilayah (Muswil) untuk menetapkan dan memilih pemimpin baru di periode 2016-2019. Dalam Muswil tersebut, IDI Sumut juga akan menegaskan sikap mereka untuk menolak pemberlakuan Program Studi Dokter Layanan Primer (Prodi DLP) dalam dunia kedokteran.
Sekretaris IDI Sumut, dr Khairani Sukatendel SpOG menerangkan, penolakan terhadap Program Studi DLP itu sudah lama diperjuangkan oleh IDI. Menurutnya, melalui DLP tersebut, setelah menamatkan pendidikannya, dokter kembali diharuskan melaksanakan pendidikan intensif selama 2 tahun atau 4 semester.

“Untuk spesialis DLP baru mencakup dalam memberikan layanan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Kemenkes dan Kemendiknas beranggapan prodi DLP ini untuk mengurangi angka rujukan dari FKTP ke rumah sakit. Padahal, perlu peningkatan kualitas bukan menambah prodi baru, jadi tamatan prodi DLP setara dengan dokter spesialis,” ujar dr Khairani, Selasa (18/10/2016).

Oleh karenanya, tegas Khairani, IDI sepakat menolak prodi DLP dan pihaknya telah melakukan judicial review UU Kedokteran namun ditolak. Namun, saat ini legislatif melakukan review dan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Komisi IX DPD RI agar UU ini direvisi dan meminta kepada Kemenkes dan Kemendikbud agar menunda prodi DLP sampai keluarnya peraturan.

Bahkan, lanjutnya, dengan adanya prodi DLP ini, bisa membuat perpecahan para dokter. Karenanya IDI se-Indonesia akan melakukan aksi damai nantinya untuk menolak program studi ini.“IDI Sumut akan melakukan aksi damai di kantor Gubsu, 24 Oktober nanti dalam rangka menolak dilaksanakannya prodi DLP,” tukas Khairani.

Selain itu, sebelum dilaksanakannya Muswil itu, timpal Khairani, IDI juga akan melaksanakan bakti sosial pengobatan bagi pengungsi Sinabung yang ditangani dokter spesialis paru, spesialis penyakit dalam, spesialis THT dan lainnya serta memberikan bantuan berupa family kid atau matras.

“Sabtu-nya dilakukan diskusi panel dan interaktif tentang akreditasi FKTP dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. IDI mendukung karena selama ini ada tudingan, dokter di layanan primer tidak cakap dalam pemeriksaan karena tingginya angka rujukan ke rumah sakit,” ujarnya.

Acara yang mengusung tema Dokter Bermartabat Masyarakat Sehat itu, sambung Khairani juga dilaksanakan diskusi panel, LPJ pengurus IDI Sumut periode 2013-2016 juga rencananya dihadiri Ka BPJS divre I Sumut Aceh, Ketua Asosiasi Klinik Pusat, IDI Cabang dan lainnya.

Sementara itu, Ketua IDI Sumut dr Suhelmi SpB mengatakan dalam Muswil yang dilaksanakan 21 sampai 23 Oktober di Hotel Sibayak rencananya akan dibuka oleh Bupati Karo dan juga dihadiri Ketua PB IDI.(BS/mp)

Komentar Anda

Related posts