SMK Mandiri

Polisi Bekuk 3 Pembunuh Hamonangan Sipangkar

Polisi Bekuk 3 Pembunuh Hamonangan Sipangkar

MEDAN, metropolisnews.co – Polda Sumut berhasil meringkus tiga tersangka pembunuhan Paulus Hamonangan Sipangkar (24), di Kampung Karo, Tanah Garapan Selambo, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang yang terjadi pada 22 Juli 2016 lalu. Ketiga ditangkap dalam waktu, di tempat berbeda.

Kasubdit III/Jahtanras Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Senin (25/7) menjelaskan, ketiga adalah Martin Agustinus Hutagaol (23), warga Jalan Jermal XV, Kecamatan Medan Denai, Julius Sitanggang (27), warga Tanah Garapan, Selambo Kecamatan Percut Seituan dan Niko Manalu (16), warga Jalan Keramat Kuda, Tanah Garapan, Kecamatan Percur Seituan.

“Julius Sitanggang ditangkap di rumah mertuanya, Jalan Kapodang, Perumnas Mandala, Minggu (24/7) sekitar pukul 17.30 WIB, Niko Manalu ditangkap saat minum tuak di warung milik marga Hutasoit di lokasi Tanah Garapan, Kecamatan Percut Seituan, Senin (25/7) sekitar pukul 03.30 WIB, sedangkan Martin sudah ditangkap terlebih dahulu dari rumahnya,” jelas Faisal.

Dari ketiganya, Polisi kemudian menyita satu uni mobil Daihatu Xenia warna Silver dengan nomor polisi (nopol) BK 1434 JV, satu unit audio power milik korban dan satu kemeja pelaku yang digunakan saat menghabisi nyawa korban.

“Hingga saat ini ketiga pelaku masih dalam pemeriksaan intenif. Kemungkinan adanya pengembangan untuk mencari pelaku lain masih ada, atau setidaknya jaringan para pelaku yang diduga terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.

Menurut dia, meski ketiganya tergolong pembunuh sadis, namun saat penyergapan ketiganya tidak melakukan perlawanan. Sedangkan, dari hasil pemeriksaan sementara diduga pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati.

“Wajah pelakunya kelihatan sangat sadis, tapi saat disergap anggota mereka langsung menyerah. Bius mirasnya pun tiba-tiba hilang saat ditangkap,” sebut Faisal.

Namun, masih kata dia motif yang sebenarnya dibalik pembunuhan itu belum diketahuinya karena proses pemeriksaanya belum selesai. “Belum tau apa motifnya. Karena itu, pasal yang kita terapkan untuk sementara ini pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan,” terangnya.

Dia mengaku belum mengetahui alat yang digunakan ketiga tersangka untuk menghabisi korban.

“Belum bisa disimpulkan, benda apa yang mereka gunakan untuk menghabisi korbannya. Termasuk apakah berencana atau tidak,” imbuhnya.

Sementara, tersangka Niko Manalu mengaku, nekat menghabisi korban karena diajak dua rekannya. “Aku tidak tau apa masalahnya bang, tapi karena diajak mereka aku ikut saja,” aku tersangka. (PM/JM)

Komentar Anda

Related posts