SMK Mandiri

Belum Lengkap, Kejati Kembalikan Berkas Kasus Dugaan Penipuan Rp 3 M ke Poldasu

Belum Lengkap, Kejati Kembalikan Berkas Kasus Dugaan Penipuan Rp 3 M ke Poldasu

MEDAN – Jaksa peneliti bidang pidana umum (Pidum), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara akhirnya mengembalikan berkas perkara milik Mujianto dan Rosihan Anwar ke penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sumut.

Pengembalian itu dilakukan karena terdapat kekurangan materi penyidikan terhadap berkas yang dilimpahkan penyidik Polda Sumut.

“Sudah kita kembalikan, berkas perkara atas nama‎ ‎Mujianto dan Rosihan Anwar ke penyidik Polda Sumut,” kata Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Jumat (2/2/2018) sore.

Sebelumnya berkas milik Mujianto dan Rosihan Anwar dilimpahkan ke Kejati Sumut oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut pada Selasa (23/1/2018).

“Sudah diteliti oleh jaksa penelitinya, karena ada kekurangan maka dikembalikan. Dengan registrasi perkara P-18 dan P-19,” ujar Sumanggar.

Namun, untuk kasus dugaan penipuan ini, Kejati Sumut telah menunjuk tik Jaksa Penuntut Umum (JPU), menindaklanjuti proses hukum hingga ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Tim JPU yang ditunjuk untuk menangani perkara ini sudah ada, sejak ada pemberitahuan perkara (SPDP),” ungkap mantan Kasipidum Binjai tersebut.

Berdasarkan informasi, Mujianto ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang dilakukan A Lubis (60) terkait kasus dugaan penipuan. sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material hingga mencapai Rp 3 miliar.

Dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Hektar atau setara dengan 28.905 M3, di atas tanah lahan di Kampung Salam Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu.

Namun, hingga proyek selesai, Mujianto tidak juga menepati janjinya membayar hasil pengerjaan yang dilakukan A Lubis. Akibatnya pelapor merasa dirugikan hingga mencapai miliaran rupiah.

Sementara pada Rabu (31/1/2018) kemarin, Mujianto dan Rosihan Anwar telah resmi ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut terkait kasus tersebut.(TM/mpc)

Komentar Anda

Related posts