SMK Mandiri

Poldasu Ranking Kedua dalam Penanganan Kasus Korupsi di Indonesia

Poldasu Ranking Kedua dalam Penanganan Kasus Korupsi di Indonesia

MEDAN, metropolisnews.co – Poldasu menggelar rapat koordinasi (Rakor) penyidik Polri se-jajaran Polda Sumut, dalam rangka penanganan tindak pidana korupsi (Tipidkor) di Aula Tribrata Mapoldasu, Jumat (26/8) sore.

Acara yang dibuka Kapoldasu Irjen Pol Raden Budi Winarso diwakili Karo Ops Poldasu Kombes Pol Rudi Hartono, dihadiri seluruh pejabat utama Poldasu, Kapolres/ta sejajaran Poldasu, para Kasat Reskrim dan Kanit Tipidkor.

Dalam sambutannya Kapoldasu menyambut baik Rakor Tipidkor itu. Menurutnya, Tipidkor yang merupakan kejahatan luar biasa (Ekstra Ordinary Crime), memerlukan penanganan yang sinergitas dan langkah-langkah yang luar biasa.

“Dr Amin Rais pernah berkata, korupsi di negeri ini sudah stadium empat. Terbukti sampai sekarang kasus korupsi trendnya selalu meningkat dan menjadi trending topic setiap harinya,” ujarnya.

Dijelaskannya, Presiden RI Joko Widodo pernah menyampaikan arahan kepada seluruh Kapolda dan Kajati di Istana Negara pada 19 Juli 2016 lalu. Dalam arahannya, Presiden meminta jajaran penegak hukum tidak mudah mempidanakan/ kriminalisasi/dikresi anggaran para kepala daerah.

Selanjutnya, pada Rakornas VII TPID di Jakarta tanggal 3 Agustus 2016, Presiden menyampaikan kepada seluruh gubernur, ada beberapa daerah yang serapan anggarannya masih rendah, karena indikasi keraguan untuk menyerap takut terjerat kasus korupsi, sehingga berimplikasi negatif terhadap pembangunan daerah.

Dijelaskan, dalam SR No : ST/206/VII/2016 tanggal 25 Juli 2016, tentang penanganan dan pengaduan masyarakat terkait Tipidkor, Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyampaikan agar penyidik mengonfirmasikan terlebih dahulu ke BPK/BPKP, serta mengedepankan fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintahan (APIP), dengan prioritas pengembalian uang negara.

“Hal itu harus dipedomani, agar para penyidik Tipidkor dapat menangani kasus-kasus korupsi secara profesional, proporsional, prosedural, transparan dan akuntabel,” harapnya.

Disebutkan, penyidik Tipidkor Poldasu dan jajaran, dari tahun 2011-2015 telah menyelesaikan 123 kasus korupsi, 237 tersangka dan menyelamatkan sekira Rp65,18 miliar.

Sementara selama periode Januari-Agustus 2016, penyidik Poldasu dan jajaran telah menyelesaikan 28 kasus korupsi dengan 41 tersangka, serta menyelamatkan kekayaan negara sekira Rp2,23 miliar.

Poldasu menempati peringkat kedua dari seluruh Polda dalam penangananan kasus korupsi. Poldasu diharapkan dapat memanfaatkan moment Rakor sebagai evaluasi kinerja, lakukan pembenahan dengan semangat revolusi mental, sehingga kepercayaan publik terhadap kinerja penyidik Tipidkor dapat terus ditingkatkan. (MP/JM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *