SMK Mandiri

Humanis, Polisi Bakal Pesantrenkan Pelajar Doyan Tawuran di Jaksel

Humanis, Polisi Bakal Pesantrenkan Pelajar Doyan Tawuran di Jaksel

Jakarta – Selain melakukan upaya represif, Polres Metro Jakarta Selatan juga mengedepankan upaya pre-emtif dan preventif dalam menghadapi masalah tawuran. Salah satunya dengan tindakan unik tapi humanis, yakni memasukkan para pelajar nakal itu ke pesantren kilat.

“Kegiatan pesantren kilat ini bertujuan sebagai pembinaan kepada remaja-remaja, khususnya pelajar yang sering melakukan tawuran agar mereka perilakunya lebih baik dan terhindar dari kenakalan remaja,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto dalam keterangannya, Sabtu (23/12/2017).

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pelajar khususnya yang muslim, serta membentuk akhlak yang mulia. Pesantren kilat dilaksanakan selama tiga hari di Masjid Nur Abu Wizar Mapolres Jakarta Selatan.

“Jadi, anak-anak yang ditangkap karena masalah kenakalan remaja misalnya hendak melakukan tawuran, sebelum dikembalikan ke orang tua kita berikan pesantren kilat selama tiga hari terlebih dahulu,” lanjut Mardiaz.

Kegiatan tersebut diisi oleh zikir, membaca Al-Quran yang dibimbing oleh ulama serta salat berjemaah. Para pelajar juga mendapat siraman rohani dengan mendengarkan ceramah dari dai yang diundang kepolisian.

“Ada juga di dalamnya penyampaian pesan-pesan dari kepolisian menyangkut masalah kenakalan remaja seperti tawuran, bahaya narkoba dan lain-lain,” sambung Mardiaz,

Kegiatan perdana diawali dengan bekerja sama dengan 40 siswa yang tergabung dalam OSIS di 10 sekolah. Kegiatan ini tidak hanya untuk pelajar nakal, tetapi untuk pelajar SMA secara keseluruhan guna membangun karakter yang lebih mandiri, berakhlak dan berdisiplin.

“Mereka yang mengikuti kegiatan pesantren kilat pada Jumat (21/12) kemarin itu adalah pelajar-pelajar pilihan yang berprestasi. Jadi kegiatan ini nantinya tidak melulu menyasar pelajar yang nakal, tetapi juga kepada pelajar yang baik agar memberi contoh positif kepada teman-temannya,” sambung Mardiaz.

Program ini akan dijalankan secara rutin oleh Polres Metro Jakarta Selatan dengan menggandeng sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan Jaksel. Pelajar SMA menjadi sasaran utama, karena pada usia tersebut, mereka dalam proses pencarian jati diri.

“Mudah-mudahan program ini akan terus berjalan, sehingga menjadikan adik-adik pelajar SMA ini menjadi lebih cerdas, mandiri dan berbudi pekerti yang baik sehingga berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Mardiaz. (dtc/jm/mn)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *