SMK Mandiri

Salut… Anak Ini Menangkul Kepiting Demi Sekolah

Salut… Anak Ini Menangkul Kepiting Demi Sekolah

Senin, 14 Maret 2016, 15.50 Wib

Tanjungtiram – Deru mesin dompeng sampan tempel sebagai pertanda nelayan pulang dari laut. Bersamaan pasang yang datang disertai ombak memecah pantai hingga alur Sungai Kuala Batubara, di pinggir pantai terlihat dua kakak beradik berjalan tanpa menghiraukan terik matahari.

Sambil memikul tangkul (sejenis alat tangkap kepiting), keduanya memasuki hutan bakau tanpa khawatir dengan ancaman binatang berbisa. Tangkul tersebut diletakkan pada titik alur atau anak sungai yang telah dipenuhi pasang.

Setelah seluruh tangkul terpasang, keduanya kembali ke darat dan menunggunya beberapa saat untuk kembali turun menyusur titik tangkul dan mengangkatnya. Begitulah aktivitas sehari-hari yang dilakukan kakak beradik bernama Koni (12 tahun) dan Roni (12 tahun), putra dari Samsul, warga Bogak Sebrang, Desa Bandar Rahmad, Kecamatan Tanjungtiram, Kabupaten Batubara.

Mereka menangkul (menangkap) kepiting di alur dan anak sungai seputaran Kuala Batubara. Sebelum tangkul dilabuhkan pada kedalaman air sungai, mereka terlebih dahulu memasang umpan. Menurutnya, penghasilan mereka tidak pernah besar. Bahkan tak jarang harus pulang tanpa hasil.

“Beginiah kami rasakan terkadang ada hasil, dan terkadang tidak seekor kepiting pun terperangkap dalam tangkul,” ujar kakak beradik itu baru-baru ini.

Kendati demikian, Koni dan Roni tetap semangat berusaha menangkul kepiting sambil menyelusuri sungai. Aktivitas tersebut mereka lakukan setiap hari sepulang sekolah ketika air laut mulai pasang.

Awalnya, mereka bermain di sungai sambil menangkul sampai akhirnya sekarang sudah duduk di bangku kelas V SD. Jika mendapatkan hasil, uangnya mereka tabung untuk keperluan sekolah. Setelah tamat SD, kakak beradik ini berkeinginan masuk pesantren belajar ilmu agama dan bercita-cita menjadi ustadz.(wol/mp)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *