SMK Mandiri

Mahameru, Sang Dedengkot Band Indie Kota Medan

Mahameru, Sang Dedengkot Band Indie Kota Medan

MAHAMERU, bisa dibilang salah satu dedengkot band indie di Kota Medan. Band ini pertama kali dibentuk oleh Ijal Arifin (sekarang Gitaris Peppermint) dan Dipo (Drummer Mahameru) pada tanggal 8 November 1995 silam, persisnya di ruang kantor Radio Citra Buana Medan.

Sibuk kesana-kesini mencari personil, Mahameru membakukan formasi awalnya yakni, Aswin (lead & rhytm guitar), Dipo (drum), Zulfan (bass), Ijal (lead & rhytm guitar, sekarang di Peppermint), Puja (vocal), Andry (keyboard). Dipilihnya nama Mahameru karena simple, alami dan lebih ke-Indonesia-an.

Awalnya, Mahameru hanya membawakan lagu-lagu milik band nasional serta mancanegara. Selanjutnya, satu persatu ajang festival musik mulai diikuti. Mulai dari festival musik pelajar/mahasiswa lokal sampai festival musik berskala nasional.

Di tahun 1997 terjadi perubahan besar di Mahameru, dengan skuad yang baru: Aswin (lead & rhytm guitar), Gagha (rhytm & lead guitar), Avis (bass), Dipo (drum) dan Yudie (lead vocal). Mahameru mulai konsentrasi lagi ke panggung music dari ajang pentas sekolah / kampus sekitar Medan sampai Aceh.

Mahameru pun sempat dipercaya menjadi band pembuka konser Nugie & ALV Band, Dewa, Netral, Mocca, Slank, BIP, Peterpan, Clubeighties, Ada band, Radja, Samson, Ungu, Iwan Fals, Naff, Glenn Fredly, Melly Guslow, Pinkan Mamboo, Tahta, Kapten, dll. Mahameru juga tampil di Soundrenaline 2003 dan Soundrenaline 2006 yang berlangsung di Medan dan menyabet penghargaan “The Most Solid & United New Comers Band Soundrenaline 2006”.

Pada awal 2002 Mahameru merilis 2 single dalam bentuk mini album sentuhan kecil, bertitel ‘Biar’ dan ‘Flyin’, yang didistribusikan secara independent di kota Medan. Terbukti melalui 2 singel tersebut Mahameru mendapat pengakuan yang cukup signifikan dari apresiator musik di kota Medan, bahkan ‘Flyin’ sempat menduduki peringkat atas top request di Star FM selama satu bulan lebih.

Selanjutnya, Mahameru pun merilis album indie “Sentuhan Pertama”, dengan produksi sebanyak 3000 keping dalam bentuk kaset dan 500 keping CD, di tahun 2003 silam. Album mini ini dipasarkan dengan cara titip edar ke ET. 45 dan distro-distro yang ada di Medan dan luar kota ketika Mahameru manggung keluar kota.

Tiga single di album ini ‘Flyin’, ‘K.S.B.S’ dan ‘Dinda’ menjadi single favorit beberapa radio di Medan dan luar kota. Diluar dugaan dalam waktu 3 bulan seluruh kaset dah CD habis terjual. Hal ini tentu saja sangat menggembirakan buat Mahameru untuk lebih serius dan semangat lagi dalam penggarapan album berikutnya.

Awal 2011 Mahameru merilis album indie kedua ‘Andai’, yang mana proses pengerjaan album ini sangat panjang dimulai dari awal 2005 dan selesai hingga akhir 2010. Ini dikarenakan jadwal manggung yang benar-benar padat dan ditambah dengan kesibukan masing-masing personil seperti mengurus studio baru, menikah, kerja dan berkebun sawit.

Dibandingkan dengan album pertama, album kedua ini sangat jauh berbeda baik dari segi kualitas audio, karakter warna musik hingga aransemen lagu. Album ini tampil dengan karakter rock yang sangat kuat. Di album ini Mahameru mengangkat tema-tema lagu dari kehidupan sehari-hari dan sepertinya album kedua inilah karakter sesungguhnya Mahameru.

Secara fisik, album ini diproduksi sangat terbatas, hanya 1000 keping. Hal ini memang disengaja dan hanya diperuntukkan buat teman-teman yang memang benar-benar ingin memiliki album fisiknya (CD). Selebihnya, semua materi album bisa di downdload secara gratis dalam bentuk mp3.

Nah, dua album indie Mahameru ini bisa jadi bukti bahwa mereka masih eksis dan tetap mensupport teman-teman serta para juniornya agar tetap kreatif dan terus ‘menelurkan’ lagu-lagu yang bagus serta selalu semangat di jalur indie Medan. (MP-03)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *